Selasa, 28 Maret 2017

Granada, Kota ku yang tercinta

                                                                
Bismillah saya berupaya menulis tentang kehidupan saya yang boleh dibilang selalu naik turun ini. Moga-moga tulisan saya ini bermanfaat bagi semua kalangan.

Saya hanyalah merupakan penduduk biasa, bukan bangsawan, bukan militer dan bukan juga kaum cendekiawan. Hidup kami tergolong cukup baik. Saya lahir ditengah-tengah keadaan masyarakat yang sedang mengalami krisis iman dan kepercayaan.

Tentara gabungan Aragon-Kastilia sudah menaklukkan Sevilla minggu lalu, dan hanya wilayah kami yang tersisa diantara wilayah muslim-muslim yang lain. Kami terkepung, tidak ada bantuan dari negara Muslim terdekat. Bahkan Armada Aragon-Kastilia sudah memblokade laut kami.

Dulu Kakek saya sering bercerita betapa 7 abad yang lalu, Kami para pejuang muslim dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad memimpin pasukan dan berhasil menguasai ¾ wilayah ini. Kami berjaya dan menjadikan Cordoba ibukota. Orang-orang berdatangan ke negeri kami untuk berdagang, berwisata, mencari ilmu menjadikan wilayah kami sebagai wilayah populer muslim yang terujung juga terjauh di luar jazirah Arab.

Sejak perubahan politik di Jazirah Arab, kami berada dalam kondisi kebingungan. Abdurrahman berhasil menguasai tahta di negeri Andalusia kami yang tercinta ini. Memang pemimpin ini agak sedikit keras namun beliau orang yang mampu memerintah dengan baik. Nama beliau sangat melegenda dan sampai sekarang masih dielu-elukan bak pahlawan.

Perlakuan dari Dinasti Abbasiyah yang menganggap negeri kami sebagai negeri sesat membuat negeri kami terkurung sendirian dan tanpa sekutu yang dapat meruntuhkan negeri ini dalam sekejap. Bahkan yang membuat sedih, mereka membuat perjanjian dengan kaum Katolik untuk menyerang kami. Sangat-sangat memalukan dan tidak bermoral. Padahal di Al-Quran sudah dijelaskan bahwa janganlah membuat persekutuan dengan Kaum Nasrani dan Yahudi. Sebenarnya yang sesat  itu mereka atau kami?

Zaman ini telah berlalu dan negeri kami mendapat tekanan dari mana-mana. Dari bagian utara kami ditekan oleh kaum Asturias, dari timur ada kaum Frenk dan Kepausan dan dari selatan ada kaum Fathimiyah yang beraliran Syiah yang mengaku mereka keturunan dari kaum anak nabi Muhammad SAW.

Kami terpecah-pecah sejak pasukan Nasrani kembali merangsek maju ke wilayah kami ke selatan dan membentuk bermacam-macam negara bagian(thaifa) yang satu sama lain tidak saling percaya padahal sesama muslim dan banyak diantara mereka yang justru membuat persekutuan dengan negara-negara Nasrani terdekat dan alhasil wilayah kami kian menipis.

Jatuhnya Kekhalifahan Fathimiyah membuat banyak dinasti-dinasti baru bermunculan di Afrika salah satunya adalah Dinasti Murabithun(Almoravid). Pemimpin mereka yang bernama Yusuf dikenal sebagai salah satu orang yang selama hidupnya selalu berjihad. Atas permintaan dari negara-negara kaum Andalusia beliau bersedia mensupport kami di Andalusia. Alhasil pasukan Nasrani untuk sementara menghentikan invasi mereka.

Namun perlakuan kaum Andalusia terhadap mereka sangatlah buruk, karena perbedaan status sosial antara kaum kami dan mereka. Karena tidak mendapat dukungan lagi dari mereka kaum Murabithun mundur ke Afrika dan sekali lagi kami ditinggalkan. Di Barat Portugal memerdekakan diri dari kaum Nasrani Leon.

Dinasti Murabithun jatuh di Afrika dan digantikan dinasti Muwahiddun (Almohad). Sekali lagi kami meminta pertolongan kepada mereka dan mereka mau meresponnya dengan baik. Kedatangan Almohad ini mampu memberikan minimal penghentian Reconquista. Namun gaya hidup mereka yang selalu berada di padang pasir sangat berbeda dengan kehidupan kami yang dipenuhi kemewahan sehingga lagi-lagi respon yang buruk membuat kaum Muwahiddun meninggalkan kami. Dinasti ini kemudian lagi-lagi runtuh dan sekarang kami sendirian. Meminta ke Ottoman? Ottoman Turki terlalu jauh dan belum mampu membantu kami.

Sementara itu terjadi konflik internal antara Portugal dan Kastilia serta Aragon. Namun kami tidak dapat memanfaatka situasi ini akibat kami kekurangan pasukan dan minim kepercayaan. Sementara itu Portugal sudah mencapai selatan semenanjung dan hingga kini menjadi perbatasan Portugal modern.

Saat ini hanya wilayah kami Granada yang tersisa, terpencil dan menghadapi musuh yang ganasnya bukan main. Sementara itu Aragon dan Kastilia bergabung dengan pernikahan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Mereka menggabungkan kekuatan untuk mempersempit ruang gerak kami. Berita tentang penaklukkan Kota Konstantinopel di Timur membuat seluruh dunia Kristen gempar dan berduka, sedangkan dunia Muslim bersuka cita namun tidak dengan kami. Kami yakin bahwa negeri kami tinggal menunggu waktunya saja untuk jatuh. Kaum Nasrani pastinya akan dendam kesumat kepada kami.

Granada sekarang diperintah oleh Muhammad XII Boabdil yang kepemimpinannya boleh dikatakan buruk. Muhammad XIII Al-Zagal mengkudetanya dan Boadbil lari ke kaum Nasrani meminta bantuan. Sebuah tindakan yang memalukan. Akhirna Boabdil dilepas untuk berperang melawan kami sendiri. Boabdil berhasil merebut beberapa wilayah kami namun kota Granada masih kokoh berdiri saat itu.

Pada akhirnya teknologi meriam mesiu mulai diperkenalkan di Eropa dan digunakan untuk melawan kami. Pada awalnya kami masih sanggup bertahan, namun kami kekurangan logistik dan kami pun menyerah. Hilang sudah kekuasaaan Islam di negeri ini. Kami diberi pilihan masuk Nasrani atau keluar dari negeri ini. Beberapa dengan terpaksa masuk Nasrani, beberapa kemudian memutuskan untuk pindah ke negeri Muslim terdekat dan beberapa juga masih menyembunyikan keislaman dengan beribadah secara diam-diam. Pada akhirnya mereka melanggar janji mereka dengan membantai kami dengan cara-cara yang tidak terbayangkan.

Saya sendiri berhasil kabur dari Spanyol menuju kearah selatan ke negeri Maroko. Setiap saya melihat laut, saya membayangkan Spanyol apakah bakal balik kembali ke tangan kami. Saya berjalan dengan tanpa arah hingga ke wilayah kekhalifahan Ottoman di Mesir. Ottoman disini habis menaklukkan Dinasti Mamluk untuk menyelamatkan orang-orang Islam disana yang berpaham Syiah.

Saya memutuskan bermukim disini karena disini wilayahnya tergolong subur. Saya juga membayangkan kapan Ottoman Turki dapat kembali lagi ke Andalusia atau sampai kapankan dinasti akan bertahan  lama? Wallahu alam tidak ada yang tahu. Saya hanya berdoa supaya kaum Muslimin bisa bersatu menghadapi tekanan-tekanan dari luar maupun dalam Amin Ya rabbal ‘alamin.

Hanya ini yang bisa saya ceritakan, mudah-mudahan kisah saya ini menjadi bahan pelajaran untuk kaum muslimin dimanapun dan kapanpun. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



1 komentar:

  1. Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
    telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
    sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
    punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
    kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
    Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
    tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
    lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
    masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
    dinmr hp beliau (081-322-565-355) ATAU KLIK SITUS KAMI
    dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

    BalasHapus