Senin, 21 November 2016

Resume SSPI Pertemuan III

Selamat pagi semua, masih bersama saya Muhammad Aulia kali ini kembali akan menulis tentang review SSPI yang saya Ikutin sabtu lalu. Saya sangat senang karena SSPI ini memberikan terobosan baru bagi para pecinta Sejarah khususnya pecinta Sejarah Islam. Mudah-mudahan ilmu yang kita dapat SSPI bermanfaat bagi kita semua. Amin

Ok langsung ke topik pembahasan dimana kemarin membahas Konsep Tuhan dan Problematika Pluralisme Agama. Kita pertama akan membahas tentang Worldview. Apa itu Worldview? Worldwiew ialah cara seseorang memahami tentang suatu keadaan di luar dirinya. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tradisi, kepercayaan, agama, pendidikan dan kebudayaan.

Sekarang kita akan membahas Konsep Tuhan itu sendiri dimana ini merupakan konsep sentral di setiap agama tidak terkecuali Islam. Ia akan memberikan dampak pada tataran epistemoologi(konsep pengenalan ilmu atau hakikat ilmu itu sendiri), etika dan estetika.

Tentang masalah ghaib atau makhluk ghaib, banyak yang berpendapat bahwa ghaib itu tidak ada bahkan orang barat kebanyakan berpendapat seperti itu. Padahal bukan itu maksudnya ghaib disini artinya ada cuman tidak nyata(tidak dapat dilihat oleh orang awam/kasat mata). Lawannya adalah syahadat.

Kita akan membahas Konsep dari agama-agama yang ada. Pertama kita akan membahas Hindu. Hindu disini mempunyai banyak Tuhan atau Dewa diantaranya, Dewa Brahma, Dewa Siwa dan Dewa Wisnu.

Kedua agama Budha, mereka menganggap Tuhan mereka sesuatu yang tidak dilahirkan, diciptakan, dan sifatnya mutlak. Hampir sama dengan konsep Tuhan Islam, tetapi mereka menyembah patung Budha sedangkan Islam tidak menyembah patung.

Yahudi, dalam agama mereka menyebut Tuhan mereka sebagai Yahweh (Allah Israel) meskipun banyak juga kalangan Yahudi yang menentang penyebutan nama ini karena ini nama sakral. Dalam Perjanjian Lama nama Yahweh diucapkan 6823 kali.

Kristen, dibawa oleh Yesus Kristus dan pada Konsili Nicea tahun 325 M disepakati Yesus menjadi Tuhannya orang Kristen. Dan pada Konsili selanjutnya di Efesus tahun 431 M disepakati bahwa siapa yang menentang kekuasaan kepausan di Roma maka akan dicap bid'ah bahkan kafir. Arius yang mendirikan gereja diluar kepausan juga dianggap demikian. Di Konsili Kalsedon tahun 451 M, akhirnya setelah melalui proses yang panjang disepakati bahwa kutukan terhadapa Arius dihapus karena begitu banyaknya pengikut Arius.

Di Islam sendiri kita beriman berdasarkan syahadat dan dalil, bukan berdasarkan taklid. Apa yang diperintahkan di Al-Qur'an kita harus mengikutinya karena kita sudah berjanji yang diucapkan dalam syahadat ketika kita masuk Islam.

Era modern sekarang, banyak yang berpendapat bahwa keberadaan Agama atau Tuhan harus dihilangkan karena menghilangkan kebebasan. Orang Islam Liberal berpendapat, Tuhan tidak berhak menghukum manusia karena bukan wewenang-Nya karena itu sudah masuk zona private(pribadi). Cak Nur(Nurcholis Madjid) berpendapat bahwa menyembah Tuhan seperti roda dan jari-jari didalamnya. Dan Charles Kimball dalam bukunya "When Religion Becomes Evil" (Ketika Agama menjadi Setan) berpendapat bahwa agama mengajarkan umatnya saja yang benar sementara yang lain salah/sesat.

Dalam hal ini dia menyindir Islam yang menganggap agam selain Islam adalah kafir. Padahal kita mengkafirkan mereka bukan sembarang mengkafirkan karena itu perintah Allah langsung lewat Alqur'an tetapi Allah juga menjelaskan di dalam Alqur'an bahwa kita pun juga tidak boleh memaksa pemeluk agama lain untuk masuk agama kita dan bahkan mengutuk keras.

Kita sekarang akan membahas Konsep Tuhan dalam Islam. Dimana ialah tersimpul dalam kalimat tauhid La ilahailla Allah (Tiada Tuhan selain Allah).

Ubudiyyah adalah inti ajaran semua Rasul. Bahwa Allah satu-satunya yang wajib disembah tidak ada yang lain. Keyakinan ini tersimpul dalam kalimat La Ilahailla Allah yang bermaksud kita sebagai abdun(hamba) yang hanya menyembah kepada Allah dan bukan yang lainnya.

Tujuan Ibadah diantaranya, mensucikan(purifikasi) diri dan Taqarrub illaallah (mendekatkan diri kepada Allah).

Sekarang kita akan membahas tentang pluralisme dimana paham ini menganggap bahwa semua agama di dunia ini sama, yaitu mengajak ke jalan kebaikan. Memang benar, semua agam pasti mengajarkan kebaikan namun dia melupakan konsep Tuhannya. Dimana Tuhan setiap agama berbeda-beda.

Pandangan Islam tentang Pluralisme. Secara historis, Andaikan semua agama sama, Rasulullah Saw dan para sahabat tidak akan mau melakukan pengorbanan yang sedemikian rupa seperti berperang dan menyerahkan harta di jalan Allah. Secara teologis, Pernyataan di Surah Al-kafirun sudah cukup jelas, yaitu bagiku agamaku, bagimu agamamu.

Sekarang kita akan membahas Konsep Wahyu dimana secara harfiah ialah isyarat, tulisan, ucapan, bisikan/sekadar pemberitahuan berbentuk suara (verbal) atau gerak tubuh (non verbal). Menurut Istilah yaitu pemberitahuan secara rahasia, tersembunyi, cepat, dan khusus kepada orang-orang tertentu berupa bisikan naluri yang lawannya adalah bisikan setan(was-was).

Ok hanya itu yang bisa saya sampaikan. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan kata, Terima kasih Wassamualaikum Wr.Wb.


0 komentar:

Posting Komentar