Selasa, 12 April 2016

Sejarah Asia Tenggara

BAB I
Pendahuluan

Wilayah Asia Tenggara memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan mempunyai suku yang bermacam-macam juga. Karena wilayah ini bercampurnya dua kebudayaan besar yaitu India dan China. Wilayah ini terkenal dengan alamnya yang subur dan kekayaan alamnya yang luar biasa. Berbagai bangsa ingin sekali menaklukkan daerah ini dari mulai bangsa India, China, Mongol dan Eropa. Bertahun-tahun mereka berusaha menggapai wilayah ini dan mereka akhirnya berhasil menduduki wilayah-wilayah di kawasan ini dan membagi-baginya. Kalau penulis boleh bilang, Eropa maju seperti sekarang ini karena kekayaan dari kawasan ini, kalau seandainya mereka belum mencapai wilayah ini mungkin keadaan mereka jauh tertinggal dari kebudayaan Asia.
Penemuan wilayah Asia Tenggara juga tidak lepas dari jatuhnya kekaisaran Romawi Timur terakhir pada tahun 1453 oleh Sultan Mehmed II, sultan dari Kesultanan Turki Ottoman. Karena Kesultanan Turki Ottoman menguasai Laut Tengah yang merupakan sentral perdagangan 3 benua; Asia, Eropa dan Afrika maka Eropa memutuskan untuk mencari jalan sumber-sumber perdagangan itu sendiri dan membuat koloni-koloni untuk memperkuat negara asal mereka.
Wilayah Asia Tenggara selain melimpah SDA nya juga dikenal mempunyai iklim tropis karena dekat sekali dengan garis khatulistiwa khususnya negara kita, Indonesia. Karena wilayah Eropa begitu dingin maka banyak wisatawan asing berkunjung ke kawasan ini khususnya daerah pantai karena pantai di wilayah ini tidak dapat ditemukan suasananya seperti kebanyakan daerah-daerah di Eropa. 


BAB II
Pembahasan

Wilayah di Asia Tenggara
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok di sebelah utara, Samudra Pasifik di timur, Samudra Hindia di selatan, dan Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat.
Asia Tenggara biasa dibagi dalam dua kelompok: Asia Tenggara Daratan (ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).
Malaysia, meskipun ada bagian yang tersambung ke benua Asia, biasa dimasukkan ke dalam ATM karena alasan budaya. Semua negara Asia Tenggara terhimpun ke dalam organisasi ASEAN. Timor Leste yang sebelumnya merupakan bagian dari Indonesia telah mengajukan diri menjadi anggota ASEAN walaupun oleh beberapa pihak, atas alasan politis, negara ini dimasukkan ke kawasan Pasifik.
Secara geografis (dan juga secara historis) sebenarnya Taiwan dan pulau Hainan juga termasuk Asia Tenggara, sehingga diikutkan pula. Namun, karena alasan politik Taiwan, dan pulau Hainan lebih sering dimasukkan ke kawasan Asia Timur. Kepulauan Cocos dan Pulau Christmas, yang terletak di selatan Jawa, oleh beberapa pihak dimasukkan sebagai Asia Tenggara meskipun secara politik berada di bawah administrasi Australia. Sebaliknya, Pulau Papua dimasukkan sebagai Asia Tenggara secara politik meskipun secara geologi sudah tidak termasuk benua Asia.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Anthony Reid tahun 2011 tentang bahasa inilah dapat diketahui bahwa bahasa-bahasa di Asia Tenggara mempunyai akar yang sama (Sudrajat, 2012). Di samping bahasa banyak unsur-unsur budaya yang memiliki kesamaan karena kontak dan interaksi sosial yang intensif di kalangan masyarakat Asia Tenggara sehingga memungkinkan terjadinya proses pembauran budaya. Faktor lain yang membuat Asia Tenggara menjadi satu kesatuan yaitu lingkungan geografis yang sama sehingga menyamakan jenis makanan yang umumnya di konsumsi oleh bangsa-bangsa Asia Tenggara yaitu: beras, ikan, dan berbagai jenis palem.
Sejarah penamaan
Nama untuk kawasan ini pertama kali dipakai pada abad ke-20. Sebelumnya Asia Tenggara dikenal dengan nama India Belakang (jika dibandingkan dengan anak benua India).Istilah kontemporer yang dipakai oleh Angkatan Perang Inggris-Amerika pada tahun 1941, yang berkedudukan di Ceylon dalam melawan tentara Jepang dalam Perang Dunia Kedua, Orang Amerika menulis istilah ini dengan Southeast.  Subkawasan Asia Tenggara terdiri dari sebelas negara, beberapa di antaranya berada di daratan utama (mainland), yang juga dikenal sebagai Asia Tenggara Daratan (Indocina) dan sebagian lagi seluruhnya merupakan kepulauan (Asia Tenggara Maritim), yang dikenal dengan istilah beragam, seperti Kepulauan Selatan (Nan Yang, Cina, dan Vietnam), Kepulauan Melayu (Malay Archipelago menurut A.R. Wallace), Malayunesia (Logan), Indonesia (Logan, dan Adolf Bastian), Hindia Timur (Oost-Indie, Belanda), Malaysia, Insulinde (oleh orang Hindia Belanda di awal abad ke-20), atau Nusantara (oleh masyarakat Indonesia). Agak menarik bahwa Semenanjung Malaya biasanya dimasukkan dalam wilayah kepulauan meskipun masih tersambung dengan benua Asia.
Tabel Negara-Negara di Asia Tenggara
Flag of Indonesia.svg
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Flag of Malaysia.svg
Coat of arms of Malaysia.svg
Flag of the Philippines.svg
Coat of arms of the Philippines.svg
Flag of Singapore.svg
Coat of arms of Singapore (blazon).svg
Flag of Cambodia.svg
Coat of arms of Cambodia.svg
Flag of Laos.svg
Emblem of Laos.svg
Flag of Myanmar.svg
State seal of Myanmar.svg
Flag of Thailand.svg
Garuda Emblem of Thailand.svg
Flag of Vietnam.svg
Coat of arms of Vietnam.svg
Flag of Brunei.svg
Emblem of Brunei.svg
Flag of East Timor.svg
Coat of arms of East Timor.svg








Geografis Asia Tenggara dari sisi Geologi dan Geografi
Sisi Geologi
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/Southeast_asia.jpg/250px-Southeast_asia.jpg

Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Sementara ATD relatif stabil, dan merupakan daratan tua, ATM sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar: lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina yang lebih kecil. Tiga pulau besar di Indonesia: Sumatra, Jawa, dan Kalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya Zaman Es terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng besar itu bertemu pada busur cekungan yang memanjang ke selatan dari Teluk Benggala di barat Myanmar, dan Thailand, terus menuju sisi barat Sumatra, lalu membelok ke timur membentuk Palung Jawa yang memanjang di selatan Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara. Akibatnya gempa bumi sering terjadi di daerah-daerah sekitarnya, seperti Gempa bumi Samudra Hindia 2004. Desakan lempeng Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di dekatnya, sehingga terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah pulau dengan cacah gunung berapi terbanyak di dunia. Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah timur Filipina terdapat pula Palung Mindanao, dan Palung Mariana yang merupakan pertemuan antara lempeng Filipina, dan lempeng Pasifik. Di Filipina juga terdapat aktivitas kegunungapian yang tinggi.
Puncak tertinggi yang berada di Gunung Kinabalu (4.101 m; Kalimantan) dan Puncak Jaya di Pulau Papua, Indonesia (5.030 m).
Terdapat beberapa klaim, dan perebutan wilayah, dan batas perairan di kawasan ini, yang melibatkan negara-negara di kawasan ini maupun yang melibatkan negara di luar Asia Tenggara (terutama Tiongkok dan Taiwan dalam kasus Kepulauan Spratly). Di Indonesia sendiri perebutan dan klaim wilayah sering terjadi juga dengan Negara tetangga seperti Malaysia,  Filipina dan Thailand. Kasus pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002 yang berakhir dengan kemenangan Malaysia. Perairan Ambalat pun juga sampai sekarang masih belum ada titik terang.

Sisi Geografi
Secara astronomis letak kawasan Asia Tenggara berada di antara 29O LU- 11O LS dan 93O BT – 141O BT. Sedangkan secara geografis letak kawasan Asia Tenggara adalah: Sebelah utara berbatasan dengan China. Sebelah timur berbatasan dengan Papua Nugini. Sebelah barat dan selatan masing-masing berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Geografi Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi dua bagian, daratan, dan kepulauan. Negara-negara yang berada di daratan termasuk Myanmar, Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan negara-negara yang berada di kepulauan termasuk Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Sejarah Singkat
Dengan ditemukannya Homo floresiensis di Pulau Flores pada 2003 menandakan bahwa daerah kepulauan Asia Tenggara ini paling tidak telah ditinggali oleh manusia sejak 18.000 tahun lalu, dengan perkiraan terjauh sampai 94.000 tahun yang lalu. Sejarah Asia Tenggara sebelum zaman kerajaan tidak diketahui banyak. Beberapa kerajaan berawal di daratannya, yang sekarang Burma(Myannmar), Kamboja, dan Vietnam.
Kerajaan pertama yang berkembang di kepulauan Asia Tenggara adalah Sriwijaya. Dari sejak abad ke-5 ibu kota Sriwijaya, Palembang, merupakan pelabuhan utama antara India dan Cina. Dan kemudian diikuti oleh Majapahit dan Mataram Hindu. Pedagang Muslim mulai memasuki daerah ini pada abad ke-12.Sebagian sumber mengatakan bahwa pedagang Muslim malah lebih awal masuk pada zaman kekhalifahan para sahabat nabi yaitu sekitar pada abad ke-7. Samudra Pasai merupakan kesultanan Islam pertama. Namun umur kesultanan ini tidak berangsur lama karena Majapahit dengan cepat menaklukkan kesultanan ini.
Karena kondisi geografis yang berdekatan dengan India dan Cina, kawasan ini banyak terpengaruh oleh kebudayaan India, dan China. Selat Malaka merupakan jalur perdagangan yang ramai sejak berabad-abad lalu, dan masih bertahan hingga sekarang. Kerajaan Malaka yang menguasai selat tersebut sering digempur oleh berbagai bangsa dan akhirnya jatuh ke bangsa Portugis pada tahun 1511 dan direbut lagi oleh Belanda pada tahun 1641. Pengaruh Sultan Aceh saat itu Sultan Iskandar Muda juga sangat berpengaruh pada kemunduran Kerajaan Malaka.

Ekonomi
Kebanyakan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara masih digolongkan kepada negara berkembang, hanya Singapura yang digolongkan ke dalam negara maju.
Ekonomi kawasan Asia Tenggara masih banyak tergantung pada hasil alam, dengan pengecualian Singapura. Dengan pembentukan kawasan perdagangan bebas Asia Tenggara oleh negara-negara ASEAN diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.
Demografi
Penduduk asli Asia Tenggara terdiri dari berbagai macam suku yang jumlahnya sangat banyak.
suku Khmer (94%), Tionghoa (4%), suku Vietnam (1%), lainnya (kebanyakan suku Cham) (1%)
Lao Daratan Rendah (56%), Lao Theung (34%), Lao Soung (10%)
suku Burma (68%), Shan (9%), Karen (6%), Rakhine (4%), lainnya (termasuk suku Tionghoa, dan Indo-Arya) (13%)
suku Thai (75%), Tionghoa (14%), suku Melayu (4%), Khmer (3%), lainnya (4%)
suku Vietnam (88%), Tionghoa (4%), Thai (2%), lainnya (6%)
Melayu (69%), Tionghoa (18%), suku pribumi Brunei (6%), lainnya (7%)
Filipino (80%), Tionghoa (10%), Indo-Arya (5%), bangsa Eropa dan Amerika (2%), Arab (1%), lainnya (2%)
suku Jawa (41,7%), suku Sunda (15,4%), suku Melayu (3,4%), suku Madura (3,3%), suku Batak (3.0%), suku Minangkabau (2,7%), suku Betawi (2,5%), suku Bugis (2,5%), suku Banten (2,1%), suku Banjar (1,7%), suku Bali (1,5%), suku Sasak (1,3%), suku Makassar (1,0%), suku Cirebon (0,9%), suku Tionghoa (0,9%), suku Aceh (0,43%), suku Toraja (0,37%), sisanya ratusan suku kecil dari Rumpun Melanesia dan Melayu-Polinesia.
Melayu dan Orang Asli (60%), Tionghoa (30%), Tamil (6,4%), lainnya (2%)
Tionghoa (76%), Melayu (15%), Indo-Arya (7%), lainnya (2%)


Peradaban India dan China di Asia Tenggara
Perkembangan sejarah Asia Tenggara pada zaman kuno dipengaruhi oleh dua hal yaitu factor angin dan sungai-sungai besar (Sudrajat, 2012) Angin musim yang bertiup secara teratur setiap tahun memungkinkan wilayah Asia Tenggara dilalui oleh pelayaran. Sedangkan sungai besar memungkinkan bangsa-bangsa Asia Tenggara dilalui oleh pelayaran. Sedangkan sungai besar memungkinkan bangsa- bangsa Asia Tenggara membangun konsentrasi pemukiman untuk kemudian mengembangkan peradaban yang lebih maju dan berkembang di kemudian hari. Hal inilah yang membuat kuatnya pengaruh peradaban India dan China di Asia Tenggara yang berbatasan langsung dengan negara-negara di Asia Tenggara. Faktor dekatnya secara geografis dengan pusat peradaban China dan India barangkali menjadi faktor penentu sejarah Asia Tenggara pada umumnya.
Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan kuno di dunia jika dilihat adanya penduduk yang hidup di wilayah ini. Hal ini dilihat dari banyaknya penemuan fosil-fosil manusia purba di beberapa wilayah Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Kawasan ini, pada masa protosejarah sebenarnya merupakan wilayah yang dinamis dalam perkembangan kebudayaanya. Wilayah tersebut merupakan terminal migrasi bangsa yang dating dari arah Asia continental, Dalam upaya menempati wilayah yang baru saja dihuni, manusia migran dari daratan Asia mengembangkan kebudayaanya yang akan menjadi dasar perkembangan kebudayaan Asia Tenggara hingga kini. Setelah beberapa ratus abad bermukim di daratan Asia Tenggara, orang-orang yang kemudian mengembangkan kebudayaan Austronesia tersebut, sebagian ada yang melanjutkan migrasinya ke wilayah kepulauan, menyebar  kearah kepulauan, menyebar kearah kepulauan Nusantara dan juga Philipina, bahkan terus berlanjut kearah pulau-pulau di Samudera Pasifik. Kebudayaan Austronesia tidak mungkin berkembang sendiri di wilayah Asia Tenggara, karena kawasan tersebut menjadi arena pertemuan dua kebudayaan besar Asia yang telah lama berkembang, karena kebudayaan itu adalah India dan China (Hubbilah, Adi, & Antika, 2012)
Penyebaran Agama dan Kebudayaan di Asia Tenggara
Dalam program pertukaran kebudayaan antar India dan Asia Tenggara telah terjadi pada awal abad Masehi. India menerima siswa/mahasiswa Asia Tenggara, saudagar dan kaum kolonis Asia Tenggara. Koloni-koloni perdagangan Indonesia didirikan di-Benggala dekat kota Kalkuta dan pantai Koromandel di bagian tenggara India. Sebaliknya orang India melakukan perjalanan ke Asia Tenggara,  termasuk Indonesia. Abad ke-6 sebelum Masehi Kitab Ramayana India menyebut suatu pulau emas, yang dimaksud mungkin Burma dan Semenanjung Melayu yang mempunyai tambang emas. Dalam abad ke-3 sebelum Masehi seorang Buddhis terkenal dari kerajaan Asoka mengirimkan misionaris ke Burma. Pada abad berikutnya misi yang sama dikirim ke Cambodia, Cochin Cina. Dari orang-orang India penduduk Asia Tenggara menerima agama baru, lengkap dengan filsafat, mitologi, tempat pemujaan, bahasa, tulisan, hokum dan teori politik (Milton W, Meyer, 1965).
Agama yang dianut oleh penduduk Asia Tenggara sangat beragam, dan tersebar di seluruh wilayah. Agama Buddha menjadi mayoritas di Thailand, Myanmar, dan Laos serta Vietnam dan Kamboja. Agama Islam dianut oleh mayoritas penduduk di Indonesia, Malaysia, dan Brunei dengan Indonesia menjadi negara dengan penganut Islam terbanyak di dunia. Agama Kristen menjadi mayoritas di Filipina dan Timor Leste. Di Singapura, agama dengan pemeluk terbanyak adalah agama yang dianut oleh orang Tionghoa seperti Buddha, Taoisme, dan Konfusianisme.
Walau begitu, di beberapa daerah, ada kantong-kantong pemeluk agama yang bukan mayoritas seperti Hindu di Bali dan Kristen di Maluku dan Papua atau Islam di Thailand dan Filipina bagian selatan.



Lingkungan
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/33/Indonesia-Bull.jpg/220px-Indonesia-Bull.jpg
Kerbau di Indonesia
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1e/Wallace%27s_line.jpg/220px-Wallace%27s_line.jpg
Garis khayal Wallace yang memisahkan fauna Australasia dengan Asia Tenggara.



Beraneka ragam hewan hidup di Asia Tenggara; di pulau Kalimantan, dapat ditemukan orangutan, Gajah Asia, Badak Sumatra dan Macan Dahan (Neofelis nebulosa diardi). Binturong dapat ditemukan di pulau Palawan.
Kerbau, baik yang dipelihara maupun yang liar, tersebar di sepanjang Asia Tenggara, sedangkan kancil dapat ditemukan di Sumatra, dan Kalimantan. Kancil sendiri merupakan hewan yang sering muncul dalam cerita-cerita rakyat di Indonesia, dan banyak dikenal anak-anak.
Burung-burung yang cantik seperti burung merak dan srigunting (drongo) hidup di subkawasan Asia ini hingga sejauh sebelah timur Indonesia. Babirusa (babi dengan empat gading), anoa, dan komodo juga terdapat di Indonesia. Burung Enggang banyak dicari untuk paruhnya, dan diperdagangkan ke Tiongkok. Tanduk badak juga turut diperdagangkan.
Kepulauan Indonesia dipisahkan Garis Wallace. Garis ini berada di sepanjang sebuah perbatasan lempeng tektonik, dan memisahkan spesies Asia (Barat) dari spesies Australasia (Timur). Pulau-pulau antara Jawa/Kalimantan, dan Papua yang membentuk kawasan campuran di mana kedua spesies ada dinamakan Wallacea.
Perairan dangkal di terumbu karang (coral reef) di Asia Tenggara mempunyai tingkat biodiversitas tertinggi untuk ekosistem laut di dunia, di mana ikan-ikan, dan moluska banyak dijumpai. Ikan hiu paus (rhincodon typus) juga hidup di Laut China Selatan.
Pepohonan, dan tanaman lainnya di kawasan ini adalah tumbuhan tropis; di beberapa negara di mana terdapat gunung-gunung yang cukup tinggi, tanaman bersuhu menengah dapat ditemukan. Wilayah-wilayah hutan hujan (rainforest) ini saat ini banyak mengalami penebangan liar, khususnya di Kalimantan.
Meskipun Asia Tenggara kaya akan flora, dan fauna, kawasan ini menghadapi penebangan hutan yang berat, sehingga mengakibatkan hilangnya habitat berbagai spesies terancam seperti orangutan, dan Macan Sumatra. Pada saat yang sama, kabut asap juga merupakan peristiwa yang lazim.
Kabut asap terburuk yang pernah terjadi berlangsung pada tahun 1998 di mana beberapa negara diselimuti kabut yang tebal. Menghadapi masalah ini, beberapa negara di Asia Tenggara menandatangani Persetujuan ASEAN mengenai Polusi Kabut Asap Transperbatasan (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution) untuk melawan polusi yang diakibatkan kabut asap.

BAB III
Kesimpulan

Wilayah Asia Tenggara sebenarnya mempunyai potensi yang sangat banyak, khususnya negara Indonesia, negara kita yang tercinta ini. Jika negara kita dan negara tetangga yang lain menjalin kerja sama yang lebih erat lagi, maka kawasan Asia Tenggara mungkin akan lebih dipertimbangkan di mata dunia.
Wilayah ini dari dulu merupakan kunci sukses suatu bangsa jika ingin membuat kerajaan atau kekaisaran seperti Jepang yang memang mengincar wilayah ini bahkan sebelum perang dunia ke-II dimulai untuk memantapkan sumber daya nya dan untuk menjalankan mesin-mesin perangnya. Tentara sekutu bahkan mati-matian mempertahankan dan mengambil-alih kembali wilayah ini selama perang dunia ke-II. Jadi wilayah ini sangat penting dari sisi ekonomi, politik dan geografis. Sayangnya kita terlalu terpecah dalam konflik internal seperti perebutan wilayah dan lain-lain.
Marilah Asia Tenggara kita bersatu dan mewujudkan persaudaraan yang lebih kuat dan harmonis kembali. Suatu saat Asia Tenggara akan menjadi aliansi yang paling menakutkan dunia. SDA dan SDM yang tidak terbatas dari wilayah ini yang menjadi alasan saya mengatakan demikian. Negara-negara adidaya seperti USA dan Russia tidak akan berani mengganggu bahkan mengatur-ngatur kita. Kita akan mampu berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) seperti kata presiden pertama kita, Bung Karno.





DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Rudy. 2013 Sejarah Asia Tenggara. Bandung: Alfabeta
Suyatno. 1995 Sejarah Asia Tenggara. Surakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia














                                                                                                      

0 komentar:

Posting Komentar